Search This Blog

Loading...

Sunday, April 3, 2011

Cerita Birokrasi di Majalengka

Apakah Birokrasi di Majalengka Keterlaluan? itulah pertanyaan yang mungkin menakutkan bagi saya karena secara tidak langsung judul tersebut bisa bekibat fatal, di sini saya bukan untuk menghina, mengejek, menjelek-jelekan para birokrat di wilayah Kabupaten Majalengka, tapi di sini saya hanya mau cerita hasil ngobrol dengan orang-orang yang kadang peduli kepada Majalengka kadang juga bersikap masa bodoh dengan Majalengka. Cerita ini masih bersifat "konon katanya" karena saya belum pernah ketemu dengan yang melakukan hubungan langsung dengan para OKNUM BIROKRAT tersebut. (Hasil ngerumpi mode on ^_^) penilaian ada di tangan anda.

Cerita pertama: Seperti yang kita lihat dan kita rasakan sendiri pembangunan insfrastuktur baik pemerintahan maupun dari para investor swasta di Majalengka sangatlah jauh tertinggal dari kabupaten sekitarnya misalnya Cirebon, Kuningan dan Sumedang. Sebagai contoh salah satunya adalah Hotel, Hotel di Majalengka tidak ada satupun hotel yang berbintang apalagi hotel bintang 5, Pernah juga di telepon sama orang Jawa Tengah yang mau ikutan ujian CPNS Majalengka, yang menanyakan di Majalengka Hotel yang Bagus Apa? otomatis tuh saya tidak bisa jawab, karena yang saya tahu di Majalengka tidak ada Hotel yang berbintang, yang ada hanya hotel biasa, kadang malu juga sih masa sekelas Kabupaten tidak ada Hotel berbintang.

Satu lagi cerita seorang Investor dari Tanggerang yang mau melihat tanah untuk investasi bibit tanaman jati dan bibit tanaman sengon, dan mau datang ke Majalengka mereka menanyakan yang sama yaitu Hotel yang bagus di Majalengka dimana, apa nama Hotelnya?. Saya tawarkan hotel yang ada di Majalengka dengan seadanya, karena sifat orang kaya tidak mau yang biasa-biasa saja maka mereka pun memilih Hotel di Cirebon untuk dijadikan mereka menginap.

Cerita ketiga: seorang karyawan perusahaan operator seluler yang katanya jika mau mengadakan event di Majalengka walau tingkat RT saja harus mendapat ijin sampai tingkat kabupaten, sampai sekarang dia bilang males jika sama atasannya ditugaskan untuk ngurusin perijinan di Kabupaten Majalengka.

Cerita keempat hasil ngobrol dengan seorang anggota ABRI katanya ada seorang putra daerah yang sudah bekerja di Jepang dan mau membuat pabrik di Majalengka yaitu pabrik olahan sinkong karet yang idenya sangat bagus yaitu memberdayakan petani Majalengka dengan cara menanam singkong karet kemudian diolah oleh pabrik dan hasil olahannya di eksport ke Jepang. Namun katanya pabrik tersebut belum bisa dibangun karena kendala perijinan, dan konon katanya juga dana untuk membuat perijinan tersebut sudah habis keluar lebih dari 100 juta, namun ijin tersebut belum juga bisa turun. (masih cenah ^_^).

Sudahlah empat saja nanti ditambah lagi lain waktu tentang perijinan atau birokrasi di Majalengka. intinya separah apakah birokrasi di Majalengka? hingga Majalengka banyak yang mengatkan Kabupaten para Pensiun. Anda punya cerita tentang birokrasi di Majalengka, silahkan comment saja ya, o iya jangan tanya birokrasi itu apa ya, soalnya saya juga belum faham penertian birokrasi hiii. biarin saja yang penting bisa ngoceh.

3 comments:

wawan said...

masa cih ....separah itu ./????

Hendri said...

Hebat juga ya

BsC ++ said...

This is a very good article .. Thank you .. have a great day!.! happy blogging ...

Post a Comment

Silahkan Comment no SPAM Maaf comment berbau Spam akan saya Hapus

Popular Posts